Blog inspirasi dari perempuan untuk perempuan. Jadi diri sendiri, kuat dan mandiri, dan tetap fashionable. We are strong and invincible.
Jumat, 06 Januari 2012
Saya, Diajeng Jogja
Ah tapi itu hanya 1 hal yang sangat kecil yang tidak akan pernah mengurangi rasa cinta saya sebagai diajeng jogja aseli. Saya suka minum jahe hangat di angkringan sore - sore jam 4, yang kalau keluar kota sering sedih gak nemu angkringan kayak di Jogja. Walaupun kalau ke angkringan suka bawa tupperware sendiri buat tempat minumnya, dan selalu membungkus tangan dengan plastik bening sebelum makan gorengannya. Saya suka ke warung burjo yang subur tralala di Jogja (biarpun sebenarnya cuma 1 warung burjo yang saya suka di Jogja).
Itu cuma sebagian keciiiil banget dari kota Jogja yang udah lekat di hati saya. Saya juga suka jalan - jalan sore berboncengan naik motor dengan suami, cuma sekedar ingin lihat - lihat orang. Orang Jogja itu enak dilihat, garis mukanya ramah, cara bicaranya santun, pas banget untuk saya yang sensi, yang sering kaget kalau dengar obrolan dengan bahasa hewan, dan suka setress sendiri kalau denger keluarga suami yang orang Madiun pada ngobrol, miss manner yang gak bisa buang sampah sembarangan di jalan dan pilih masukin ke tas sendiri.
Coba alamat yang dicari Ayu Ting Ting ada di Jogja, pasti udah langsung ketemu. Orang Jogja kalau ditanyain alamat, minta nunjukin jalan, pasti dengan ramah menjelaskan, masih dibonusin senyum. Kalau ternyata alamat yang dicari itu deket, kadang malah diantarkan. Subhanallah, gimana saya nggak cucok jaya tinggal di Jogja.
Waktu ada acara di Medan, saya miss manner yang sensi ini bisa sakit hati sendiri kalau diminta berlama - lama tinggal di sana. Mulai dari sopir taksi, penjual makanan, penjaga warung hikss...semua terlalu kasar buat saya. Kecuali karyawan hotel, perkantoran dan pertokoan besar yang memang sudah distandarisasi dari pusat, ya, pasti udah ada standar pelayanannya ke customer. Haduuuuuh semakin yakin deh, saya memang aseli Jogja.
Belum lagi dengan hobi saya hair glazing dan coloring. Kalau warna light blonde itu bisa super pirang di rambut orang lain, dan blonde copper itu bisa kelihatan coklat muda di rambut orang lain, saya yang aseli diajeng Jogja harus sadar dengan rambut sehat hitam pekat, tebal dan ngandan -andan. Rambut saya yang super sehat ini kalau dicat atau coloring cuma akan bersemu sedikit kecoklatan, dan hanya bertahan sekitar 2 minggu lalu pudar, dan dalam sebulan, akan tampak batas perbedaan warna coklat semu yang dicat dengan rambut hitam yang baru tumbuh sepanjang 1,5 - 2 cm. Alhamdulilah sesuatu lah ya. Herannya sampai sekarang nggak kapok juga mewarnai rambut. Mungkin karena ada gen salon yang tertanam di DNA saya jadi kalau gak nyalon itu dosa.
Nah, mumpung Sabtu, saatnya jalan - jalan dulu ya. Kemana? Ya puter - puter Jogja lah :) met wiken ya semua.
Senin, 07 November 2011
Balada CS libur sehari
Kalau CS libur atau ijin gak kerja, rekap order semua jatah saya :( alhamdulillah sesuatu wis. Note : ID means Isye Dewi, online di YM CS.
Customer : Mbak, Hermesnya masih?
ID : Hermes yg mana mbak?
Customer : Ya Hermes, masak gak tau Hermes sih?
ID : Hermes Lindy, Birkin, Kelly, Birkin Leopard, Kelly Leopard, Neverfull, Lakhis, Horse atau yg mana? :)
Customer : Oh, Hermes emang berapa macam? Hermes itu cuma 1 macam mbak, ya
Hermes gitu, nggak ada Hermes lain.
ID : Fotonya saja disend ke kami, mbak, biar tidak beda persepsi :)
Customer : Justru saya nggak punya, makanya mau nyari
ID : Bisa cek dulu di web kami mbak, www.bisnistas.com/zonareseller ada beberapa tipe koleksi Hermes
Customer : Wah, repot, disend ke saya aja dulu fotonya satu-satu nanti saya milih.
ID : Maaf mbak, koleksi Hermes ada banyak, silahkan cek di web dulu ya mbak :)
Customer : BB saya nggak bisa buat browsing, di send satu-satu saja
ID : Baik mbak, saya kirim 2 contoh tipe tasnya ya :)
Customer : OK
ID : (sending pictures)……done
Customer : Itu berapa?
ID : Harga sudah ada di caption fotonya mbak :)
Customer : Disebut aja, saya gak bisa buka caption di web
ID : OK mbak, harga reseller Rp 225.000,- non reseller + 20%. Keterangan detail tertulis di caption atau nama fotonya tadi ya mbak :)
Customer : Mahal. Temen saya beli Hermes gak sampe 100 ribu kok.
ID : Harga di bawah Rp 100.000,- kami juga ada mbak, bedanya nanti di kualitasnya. Yang saya kirim tadi kualitas semi super. Yang di bawah Rp 100.000,- kualitas tingkat ketiga atau kw 3 :).
Customer : ah….temen saya dapat yg asli kok ga sampai 100 ribu. Asli bener kulit itu
ID : Maaf mbak, kami tidak punya Hermes asli untuk di bawah Rp 100.000,- :)
Customer : Ya udah saya beli yg dikirim fotonya tadi. Ke Banjarmasin berapa?
ID : Pengiriman normal, urgent atau ekonomis mbak?
Customer : Yang cepet pokoknya saya perlu secepatnya
ID : Baik mbak, saya totalkan ya. :) Rp 225.000,- + 20% + 2 x Rp 34.000,- = Rp 338.000,-
Customer : Kok mahal banget,katanya tadi harganya 225ribu. Gimana sih? Yang jelas donk, jangan plin plan.
ID : Maaf mbak, tadi sudah disampaikan, harga reseller Rp 225.000,- non reseller + 20%. :)
Customer : Saya reseller kok, udah beberapa kali beli.
ID : Maaf, atas nama mbak, belum terdata di tempat kami.
Customer : Kok bisa gitu sih, sistemnya error kali
ID : Maaf mbak, kami ada catatan manual juga kok untuk data reseller, dan atasnama mbak memang belum terdaftar di tempat kami. :)
Customer : Ya udah saya beli, tapi free ongkir ya
ID : Maaf mbak, semua harga belum termasuk ongkos kirim dan biaya kirim ditanggung pembeli. :)
Customer : Kok mahal banget ongkirnya, yg murah aja kan ada.
ID : Itu kami hitungkan dengan ongkir urgent sesuai permintaan mbak tadi. Kalau dengan ongkos kirim ekonomis Rp 19.000,- mbak perkilonya.
Customer : Ya udah kirim aja deh pake yg sekilo aja, itu tasnya dilipat gpp
ID : Maaf mbak, Hermes Birkin tidak bisa dilipat, nanti rusak.
Customer : Ya kalau rusak kamu yg tanggung donk
ID : Maaf mbak, Hermes Birkin mini kena 2 kg, kl yg besar 3 kg. Hitungannya dari kurir bukan dari kami.
Customer : Ya udah deh, kirim sekarang, besok nyampe kan? Besok setelah nyampe aku cek dulu, ntar aku bayar
ID : Proses belanja di tempat kami dengan upfront payment mbak, informasi lengkap sudah kami cantumkan di web :).
Customer : Kok gitu? Di tempat lain kirim dulu baru bayar kok.
ID : Iya mbak, maaf di online shop lain system belanja juga sama, upfront payment. Keterangan lengkap ini saya kirim linknya ya. :) Silahkan dibaca dulu.
Custom er : Ya udah dibungkus sekarang, ni saya udah di depan ATM.
ID : Ya mbak, nanti info ke kami kalau sudah transfer, pesanan segera kami proses. Pengiriman H + 1 mbak.
Customer : Kok gitu? Ni saya udah transfer barusan. Ya udah tolong kembalikan uang saya kalau gak dikirim sekarang.
ID : Iya mbak, mohon dibaca terlebih dahulu system pembelian dan pembayaran, agar semua clear. Kami kirim H+1 karena semua akan dicek terlebih dulu, direkap dan baru packing.
Customer : Kan cepet tuh bisa langsung kea gen sekarang pake motor juga bisa
ID : Order yang direkap tidak hanya satu mbak, kami juga mendata semua pesanan grosir, dan semua prosesnya sama. Kurir yang akan mengambil ditempat kami, sesuai jadwal pengambilan.
Customer : Balikin uang saya sekarang. Saya udah transfer tadi 400 ribu.
ID : Ke rekening mana ya mbak? Tadi kami belum menginformasikan nomor rekening kami.
Customer : ya ke rekening kamu, ka nada di web dicantumin, gimana sih!!!!
ID : Maaf mbak, kami tidak mencantumkan nomor rekening kami di web. Dan sudah kami cek, tidak ada transferan masuk sebesar Rp 400.000,- ke rekening kami. Dan total order tidak Rp 400.000,- kan mbak tadi saya hitungkan.
Customer : Saya pakai bersama, mungkin belum masuk.
ID : Mbak, akan kami proses setelah payment masuk kami terima. Jadi silahkan ditunggu dulu. Kalau kliring memang tidak langsung masuk.
Customer : Duit saya ilang donk.
ID : Kalau benar sudah transfer ke rekening kami, pasti akan masuk. Nanti kami cek ya mbak kl sudah masuk kami info ke mbak, kalau mau cancel, uang akan segera kami refund.
Customer : Tapi saya udah transfer, tolong kembalikan sekarang.
ID : Maaf mbak, tadi transfer ke nomor rekening mana? An siapa?
Customer : Ya ke rekeningmu mbak, gimana sih?
ID : Rekening Bank mana mbak? BCA, Mandiri, BNI ?
Customer : Ya itu saya kirim ke itu tadi
ID : Maksudnya yg mana mbak? BCA?
Customer : Ya itu yg disebutin udah saya transfer
ID : rekening yang dituju an siapa ya mbak?
Customer : Ya atas namamu
Customer : offline
ID : Maaf mb, kami akan segera member kabar jika benar uang yang mbak kirim telah
masuk ke rekening kami. Terima kasih :)
Sudah 1 minggu dan buyer tidak YM – YM lagi….. hehehhe ya owohhhh hari gini masih aja mau nipu mbak mbak. Rejeki yg ngatur Gusti.
Kok betah ya jadi orang nyebelin gitu, hadeeeeh. Kalau kita positif, otomatis hal – hal positif juga yang akan mendatangi kita. Kalaupun ada yg nyebelin, paling cuma empet bentar, abis itu geli sendiri. Ga akan nurunkan mood.
Semangat Selasa temans :) semoga hari ini semua urusan lancar.
Minggu, 30 Oktober 2011
Hikmah Dari Tragedi Lele
Jatuh cinta, sejuta rasanya. Dunia serasa milik berdua, yang lain figuran. Ada yang mau muntah? Hehehe… Pasti sudah ratusan atau bahkan lebih ya kita mendengar kalimat semacam itu. Tapi disadari atau tidak, hal itu benar adanya. Kita sering melakukan hal yang tidak masuk akal karena cinta. Huek…. nah, ada yang muntah lagi?
Ceritanya, hari itu adalah ulang tahun ibu mertua saya. Hari special ini saya hadiahkan kaftan batik untuk ibu. Rencana kami sekeluarga, Bapak, Ibu, saya dan suami dan adik ipar saya akan makan malam bersama merayakan ulang tahun Ibu. Ulang tahun kok sampai urusan jatuh cinta sejuta rasa? Nah sabar dulu ya, nanti ceritanya akan sampai disana.
Waktu sampai di rumah mertua saya, saya langsung menyampaikan kado saya dan mengucapkan selamat ke Ibu, plus sun pipi kanan kiri. Ibu malam itu tampak lelah dan sepertinya agak malas untuk pergi. Bapak waktu itu sedang berbicara di telpon dengan adik ipar saya. Setelah beberapa saat, Bapak memberikan telpon ke Ibu, supaya adik ipar saya ngobrol dengan Ibu sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun. Saya kurang memperhatikan pembicaraannya, yang jelas sembari bercanda, Ibu mengatakan kok sibuk sekali, sampai membalas SMS Ibu saja tidak sempat, apa sudah lupa kalau punya Ibu? “Mbok sesekali SMS atau telp satu menit saja, dicek Ibumu masih apa enggak to le. Ini nggak jadi pulang? Kan besok juga mau ngurus e KTP, sekalian malam ini keluar makan bareng, udah ditunggu.” Tapi sepertinya adik ipar saya malam itu tidak bisa pulang ke Yogya karena masih mengurus proyek di kantor.
Setelah telpon ditutup, Bapak menanyakan ingin makan dimana? Saya bilang terserah Ibu, karena inikan ulang tahun Ibu. Ibu semula bilang terserah saya, tapi waktu saya usulkan makan di Pattaya, masakan Thailand, Ibu bilang mau makan lele saja, suka lele. Akhirnya kami berempat menuju Lombok Idjo yang berada di Jl Laksda Adisucipto. Sampai di Lombok Idjo, suami saya bertanya pada pelayannya, menu masih lengkap semua atau ada yang habis? Pelayan menjawab yang habis menu lele. Karena Ibu ingin makan lele, jadi kami keluar dari Lombok Idjo dan sembari memutuskan mau makan dimana. Mencari lele goreng pun dilanjutkan, dari usulan saya Pondok Cabe, Bapak dan Ibu kurang berkenan, jadi kami menuju ke restoran favorit Ibu di Galih Jl Kaliurang. Saat menuju jalan Kaliurang, suami saya mengusulkan, biar tidak terlalu jauh, kita makan di Bebakaran saja aka feskul Jakal. Ibu pun setuju karena kebetulan pemiliknya adalah teman Ibu, tetangga di kompleks.
Kami sampai di Bebakaran aka feskul Jakal. Saat masuk terakhir, mungkin sudah satu atau dua tahun yang lalu saya lupa, tempatnya bersih dan nyaman, tapi saat itu tampak kurang terawat. Tapi demi lele goreng, kami tetap masuk. Saat pelayan mendatangi kami, suami saya menanyakan apakah menu masih lengkap atau ada yang habis? Pelayan menjawab semua masih lengkap. Wah rasanya lega, Bapak, Ibu dan suami saya pun memesan lele bakar dan goreng, dan saya gurameh bakar karena lele adalah salah satu menu yang tidak saya makan selain bebek. Setelah menunggu 30 menit, minuman kami datang, dan dilanjutkan dengan 15 menit berikutnya masih menunggu makanan. Setelah 15 menit, pelayan datang dan mengatakan pada kami, maaf lele yang dipesan habis. Kontan kami terkejut, tadi dikatakan semua masih lengkap, setelah menunggu sekian lama lalu disampaikan bahwa menu yang dipesan habis. Dan dari pihak Manajemen Feskul hanya menawarkan silahkan ganti menu yang lain. Saya berusahan menahan diri karena ini ulang tahun Ibu, suami saya dan Bapak sempat protes dengan pengelolaan yang sembrono dari Feskul. Tapi akhirnya kami pun mengalah dan memesan ayam bakar dan ayam goreng. Saya sempat menanyakan, gurameh bakar yang saya pesan ada tidak? Dia jawab, ada Bu. Masih ada satu, kami siapkan untuk Ibu. Oke, kami menunggu. Itu pun tidak segera datang, kami masih menunggu 30 menit lagi dan ayam pun datang dalam keadaan dingin, tidak seperti habis digoreng atau dibakar yang membuat kami berasumsi, mereka membeli dari warung sebelah atau dari luar, dan pelayan menyampaikan bahwa gurameh yang saya pesan habis. Selesai sudah, suami saya langsung minta bicara langsung dengan Manajemen feskul di bagian belakang, pelayan mengatakan akan memanggilkan PICnya, namun kemudian dia menyampaikan PICnya ternyata sudah pulang, setelah itu sudah jelas suami saya memprotes pelayanan mereka yang kacau dan ceroboh. Setelah beberapa menit, akhirnya saya menyusul suami saya ke bagian belakang. Saya langsung sampaikan, Anda pilih sekarang juga mencarikan bahan dan membuatkan menu sesuai pesanan kami, atau kami pergi sekarang dan tidak saya bayar. Mereka tetap meminta kami untuk mengganti pesanan dengan yang ada. Benar – benar membuat emosi pelayanan Feskul ini. Saya bilang, saya mau pesanan sesuai yang saya order tadi, yang disampaikan masih ada. Dan akhirnya salah seorang dari pelayan Feskul mengatakan mereka tidak bisa membuatkan menu yang sudah habis dan jika kami keberatan membayar tidak perlu membayar. Saya katakana lagi, ‘OK, kami pergi sekarang dan tidak kami bayar. Selamat malam.’
Duankkk!!!! Aduh kasihan Ibu. Bapak akhirnya mengatakan sudahlah kita ke Galih saja. Dan kami menuju Galih, yang saya dulu baru satu kali makan disana waktu masih pacaran dengan suami saya, itu juga merayakan ulang tahun Ibu. Jadi itu berapa tahun cahaya yang lalu ya? Hehehe. Galih itu di sekitar Jl Kaliurang km 12. Ini sekarang sampai di km 13, 14… lho dimana restorannya? Ngek ngok restorannya sudah tutup dan entah sekarang jadi bakmi jawa atau apa. Hihihihi… dalam hati saya ingin tertawa astaga, Tuhan baru ngajak bercanda. Tapi yang jelas Bapak dan Ibu sudah kecewa luar biasa. Saya dan suami saya berdua di belakang saling senyum dan berusaha tidak member komentar yang mungkin akan membuat Ibu semakin kecewa. Karena sudah bingung, dan dalam kondisi seperti ini saya juga sudah tidak berani mengusulkan tempat di manapun, walau dalam hati, tadi jika ke Pattaya atau Phuket saja pasti beres. Ibu sempat bertanya, Pattaya itu dimana? Tapi akhirnya Bapak berhenti di sebuah restoran di Jakal Km 10, dan saat itu hujan deras pun mengguyur jogja. Alhamdulillah hujan juga akhirnya, pas sampai di restoran yang tempat parkir dan restorannya lumayan jauh, jadi siapa yang mau duluan lari keluar meminjam paying? Dalam hati saya sudah kurang sreg dengan tempat ini, karena satu, yang datang rata – rata mahasiswa. Tidak masalah sebenarnya, tapi jelas bukan tempat yang asyik untuk family time lah ya. Dua, tidak ada tukang parkir yang mengarahkan parkir dan membawakan paying, tapi paling tidak suami saya sudah duluan lari ke dalam untuk meminjam paying sekaligus menanyakan apakah menu masih lengkap. Alhamdulillah lengkap demikian laporan suami saya. Hihihi…baiklah karena paying sudah datang, kami pun masuk ke dalam restoran. Alhamdulillah, pelayan segera datang dan mencatat pesanan kami. Sekitar 15 menit kemudian minuman datang, dan sekitar 30 menit…..hihihihi (saya sudah mulai curiga) menu yang dipesan datang, minus nasi, karena nasi menurut pelayannya baru habis dan sedang dimasak. Ngek ngok…..jadi kami menunggu lagi sampai akhirnya 20 menit menunggu, satu persatu lauk yang saya pesan saya habiskan. Setelah 20 menit, nasi diantarkan, namun yang kami dapat, nasi masih setengah matang. Sudah cukup, kami akhirnya menghabiskan minum, membayar ke kasir dan pulang.
Rasanya sudah tidak bisa lagi berkata – kata. Kami segera menuju rumah Bapak dan Ibu, dan saya dan suami tak lama pamit pulang karena sudah hampir jam 11 malam. Setelah pamit dan perjalanan pulang ke rumah, saya dan suami tak henti istighfar dan mulai membahas. Menurut pemikiran saya, ada seseorang dari 4 orang ini tadi yang sedang mengalami kekecewaan yang cukup mendalam. Jika dilihat dari efek negative dari energy tersebut, maka memang Ibu lah yang sedang kecewa. Mungkin juga karena beliau sedang lelah karena pekerjaan di kantor, ditambah dengan kekecewaan karena adik ipar saya batal datang. Memang beberapa minggu ini, Ibu tampaknya sangat ingin punya waktu bersama adik ipar saya, terutama karena dia sudah sangat ingin menikah dengan pacarnya, dan kami sekeluarga juga sudah silaturahmi ke rumah keluarga pacar adik saya, yang sebenarnya agak terburu – buru menurut saya. Ini menurut saya ya, tapi setelah datang di keluarga pacar adik saya, memang mereka turun – temurun nikah di usia muda menurut standar saya (saya selalu bercita – cita menikah di usia 30 tahun atau paling cepat 29 tahun, pas saat rencana saya sudah 75% terlaksana, termasuk menyiapkan asuransi untuk saya dan anak kami nanti, kebutuhan lainnya, dsb lah maklum saya lebih nyaman jika sudah welldone hehehe). Yah semua pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing – masing ya, kalau masalah faktor usia untuk menikah J.
Mungkin karena naluri ibu, jadi ingin punya waktu sebelum anaknya yang paling kecil membangun rumah tangga, atau karena masih ragu melepasnya. Sebenarnya Ibu juga ingin agar adik saya menunggu satu tahun lagi agar dia merencanakan dahulu setelah menikah akan tinggal dimana, maslaah pekerjaan bagaimana, karena dia sendiri saat ini masih ingin pindah pekerjaan, kemudian setelah menikah apakah istrinya akan tetap bekerja atau menjadi ibu rumah tangga, tabungan untuk anak apa sudah disiapkan? Dan sederet pertanyaan itu dijawab dengan ‘ Ya belum, ya sambil jalan.’ Nah, makanya Ibu dan Bapak sebenarnya ingin mereka berdua lebih sabar, dan memang iya sih, pihak perempuan memang biasanya yang mengejar – ngejar untuk segera dinikahi. Saya lihat juga, pacar adik saya lebih menguasai hubungan, jadi adik ipar cenderung mengikuti semua kemauannya. Semacam sudah menemukan pangeran dan tidak mau pangerannya hilang. Hayooo ngaku, semua pasti ngalami hal ini (including me, sudah melalui masa itu hehehe).
Yang saya tahu adalah, kalau sedang pacaran, sesibuk apapun, saya selalu ada waktu untuk pacar saya dan yang lain itu cuma figuran. Hehehe…. Jadi kalaupun tidak sempat membalas sms Ibu atau mengucapkan selamat ulang tahun, tapi dari status di BBM, saya tahu kalau adik saya selalu punya waktu dengan pacarnya, yang keduanya memang ada di list BBM saya. Indahnya kalau jatuh cinta.
Sebenarnya yang ingin saya tekankan ada beberapa hal, yang utama adalah bahwa pikiran itu energinya luar biasa terhadap hidup kita. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan jadi kenyataan. Saat mungkin Ibu saya kecewa, maka kekecewaan itulah yang terus terjadi pada malam tragedi lele itu tadi. Nah, apa yang ingin Anda capai? Apapun itu, pikirkan dan terus masukkan dalam pikiran Anda. Dengan membayangkan impian Anda, sembari terus berusaha, maka akan terwujud impian Anda tersebut. Jadi jangan takut bermimpi ya.
Nah, yang kedua mungkin lebih sulit. Saat kita mencintai seseorang, cobalah melihat dari luar lingkup cinta Anda dan tetap berfikir dengan akal jernih. Kenapa saya sampaikan lebih sulit? Karena perasaan sayang adalah perasaan yang menguasai emosi dan pikiran, jadi akan lebih sulit bagi kita untuk melihat secara wajar. Cara paling mudah, minta pendapat pada beberapa orang yang lebih dewasa yang Anda percaya. Jika sebagian besar pendapat mereka sama, nah maka sebenarnya memang itulah yang benar. Walau kita akan sulit memahami hal itu, ya namanya jatuh cinta…… orang lain serasa tas kw 4 rijek yang udah disale lah. Hehehe……
Semoga sharing ini bermanfaat. Selamat kembali bekerja, matur nuwun yang sudah menyempatkan diri mampir membaca.
Selasa, 18 Oktober 2011
Jika Kita Sudah Fokus Pada Hal Positif, Maka Hasilnya pun Akan Positif
Salah satu pekerjaan utama CS adalah membalas semua pertanyaan reseller maupun end user dengan jelas dan ramah, menggunakan bahasa yg sopan. Alhamdulillah sejauh ini, saya nilai dia cukup baik, cekatan dan sopan. Sampai akhirnya setelah beberapa hari membalas pembeli via BBM, dia mulai mengeluh. Pembeli di BBM cenderung membuat emosi naik turun, yg booking terus, yg ngeping terus, yg minta diskon dan tidak mau membaca keterangan diskon di web, yang minta free ongkir, yang harga sodara, yang minta pembayaran cicilan, yang minta dianter sendiri ke rumah dia. Sampai akhirnya, pagi ini dia bilang ke saya, hari ini saya gak handle pembeli BBM dulu ya mbak Isye, setelah saya tanya kenapa, dia baru menjelaskan. Dan akhirnya setelah nego, dia mau handle pembeli via BBM hanya selama saya ngemsi 2 jam ini tadi saja.
Kenapa sebenarnya karakter pembeli di BBM dengan yang datang langsung ke web www.bisnistas.com/zonareseller berbeda? Pembeli yang langsung datang ke web adalah pedagang aktif yang sudah lebih fokus menjalankan bisnisnya. Sementara reseller via BBM sebagian besar melakukan bisnis online untuk tambahan penghasilan, atau sekedar membeli untuk diri sendiri. Dan saya jelaskan, bahwa reseller di BBM tentu akan mempunyai kedekatan emosional yang lebih ke owner, karena terbiasa langsung interaksi dengan owner. Namun saya jelskan bahwa, yang penting, tetap mengacu pada standar penjualan yang tertera di web. Dibalas dengan sopan, kalau tidak bisa memberikan free ongkir disampaikan dulu kata maaf. Dan jangan bosan untuk mengucapkan terima kasih, atas pertanyaan atau apapun yang disampaikan.
Klise ya sepertinya, namun begitulah pekerjaan di pelayanan itu. Karena itu, memang sebaiknya kita tidak perlu terlalu memikirkan mereka yang sudah janji atau yang sudah order dan tidak segera melakukan pembayaran. Orang yang tidak menepati apa yang diucapkan, sebenarnya ya hanya segitu saja kualitas pribadinya. (copas dari mentor favorit saya, Bpk Ponijan Liaw). Fokus saja pada reseller lain yang lebih membutuhkan pelayanan kita. Nah, selamat bekerja kembali mbak CS yang baru pusing ^_^, sholat dulu, kalau udah sholat, Insya Allah semua akan baik - baik saja. Cewek KW Super sejati akan selalu berusaha dan berdoa, nggak takut apapun kecuali takut pada Allah.
Silahkan yang sudah makan siang dan sholat bisa mampir lihat-lihat di www.bisnistas.com/zonareseller. 'Mau bisnis tas? Di zona reseller aja yuuuk.'
Selasa, 27 September 2011
Aku Mencintainya Walau Dia Gemuk Dan Makan Jengkol
Berbeda dengan pacar baru teman saya ini yang manja, dan kelihatan menuntut untuk cepat - cepat menikah, Lindy, mantan Adrian anak yang cerdas dan tidak manja. Saya pribadi tidak pernah bertanya atau berusaha mencari tahu mengapa mereka putus. Saat saya sesekali pergi makan siang dengan Lindy pun kita tidak pernah membahas penyebab mereka putus, walau saya tahu bahwa Adrian berselingkuh dengan cewek baru ini sebelumnya. Jadi ya klise saja, katakan mereka belum jodoh. Well, sebenarnya dalam hati saya suka gak tahan pengen cerita ke Lindy bahwa si cewek baru ini selain malas mandi, juga hobi makan jengkol. Astaga Lind........ pas ngobrol di depanku pun nggado jengkol.
Saya memang sedikit membandingkan mereka berdua dan membuat gambaran secara umum bahwa bagi pria, faktor manja sangat penting dalam diri perempuan terutama calon istrinya. Faktor manja ini akan membuat pria merasa dibutuhkan. Perempuan mandiri memang hebat, namun pada saat - saat tertentu, manja itu perlu. Selepas kuliah, Lindy membuka usaha butik, salon dan laundry yang bisa dibilang sekarang ini dia sudah mapan. Adrian teman saya sendiri adalah seorang karyawan swasta, demikian juga dengan pacar barunya tadi. Adrian sendiri saat ini masih berusaha mencari pekerjaan baru karena merasa pekerjaan di kantor yang sekarang tidak sebanding dengan hasil yang diterima.
Pacar baru Adrian mampu mengisi bagian yang sebelumnya tidak terisi saat dengan Lindy. Sebenarnya bagi saya hubungan ini kurang seimbang karena bisa dibilang si cewek baru ini lebih menguasai Adrian, lebih mendominasi. Tapi yang saya lihat, Adrian sangat menyayangi cewek ini. Kalau berdua, Adrian selalu berusaha membawakan tas milik ceweknya, mengambilkan minum, istilahnya melayani dia. Saat dengan Lindy, Adrian memang sesekali mengantarkan Lindy pergi mencari ini itu, tapi sebagian besar Lindy bisa melakukan keperluannya secara mandiri, yang bagi saya pribadi, itu OKE banget.
Seperti tadi saya tuliskan sebelumnya, Lindy pribadi yang mandiri dan pintar mengelola. Adrian teman saya ini introvert, jadi sebelum mengenalkan pada orang tuanya, saya harus jutaan kali bilang, kalau mau nikah, ya kapan lagi mau ngenalin cewekmu kalau gak sekarang. Adrian yang kurang pede merasa pas bertemu dengan si cewek baru yang tidak semandiri Lindy. Kemanjaan cewek baru ini justru memupuk percaya diri Adrian dan membuat dia merasa dibutuhkan.
Rasanya aneh menjadi teman di antara Adrian dan Lindy yang dulunya adalah pasangan kekasih, dan sekarang adalah teman saya. Tapi sayang Adrian dan Lindy tidak lagi berteman karena si cewek baru ini keberatan dan bahkan sempat meneror FB Lindy. Hiihihi..... Sabar ya Lin, pacaran ala ABG mau kawin biasanya emang begitu.
Artikel ini saya tulis karena saya sayang sama Lindy yang lagi diganggu bayi via FBnya ^^. Tagline Adrian sekarang emang, 'Aku mencintainya walau dia gemuk dan makan jengkol' tapi buatku kamu macem tas kw super kok. Love you, Lind.
Rabu, 14 September 2011
Berbicara Santun Itu Nggak Jaim Kok
Dua keponakan saya, saat berinteraksi dengan saya, selalu saya selipkan kata dalam kromo inggil. Misalnya sampun yang berarti sudah dan dereng yang berarti belum. Mereka berdua suka tertawa cekikikan kalau mendengar istilah baru, seperti saat menirukan dereng. Kata itu diulang - ulang sembari cekikikan karena geli mendengar istilah baru.
Kalau pergi dengan mereka berdua, senang rasanya mereka sudah terbiasa menyapa orang lain dengan mbak, mas, om, pak atau ibu, dan juga bunda untuk menyapa guru mereka. Raja dan Hegel juga sudah tahu untuk tidak menyebut diri sendiri dengan mas jika ada yang bertanya namanya. Beda dengan salah satu kenalan saya yang dimana - mana selalu membahasakan dirinya atau bahasa jawanya mbasakke diri sendiri dengan mbak. Biar sudah diberi tahu kalau seperti itu tidak benar eeeh tetep aja hehehe. Mungkin karena ingin dianggap lebih tua atau lebih penting. Tapi coba perhatikan, biasanya orang yang berusaha membuat dirinya 'tampak lebih' itu justru sebenarnya 'kosong'.
Saat berbicara dengan orang lain, tentu juga akan lebih santun jika kita tidak menyebut diri sendiri dengan langsung nama kita, selalu gunakan saya atau aku jika hubungan sudah akrab. Nah, kembali ke sapaan tadi, nggak ada salahnya kok memanggil orang lain dengan sapaan kak, mbak, mas, ibu atau bapak. Tapi hati - hati dengan sapaan dek, karena belum tentu orang yang Anda temui lebih muda dari Anda, atau bisa jadi akan kurang suka jika dianggap lebih muda. Jangan juga membiasakan memanggil orang dengan langsung menyebut namanya, jika hubungan Anda belum benar - benar akrab. Selipkan saja mbak, jeung, ses, mas atau sapaan lain ...... and everything is gonna be alright, cyiiin. Yang mau sharing mengenai pelatihan pengembangan diri dan etika, boleh menghubungi saya untuk ngobrol lebih lanjut.
Itu dulu sharingnya hari ini ya mbak jeung, selamat beraktivitas, semoga hari ini hidup kita berkualitas layaknya tas KW super.
Senin, 12 September 2011
Bahaya Krim Annisa
Penggunaan mercury sebagai bahan pemutih memang sulit untuk dihentikan begitu saja. Kenapa begitu? Karena orang semakin 'kreatif' dalam memproduksi produk kosmetik baru dengan label yang beragam bahkan mencantumkan label herbal.
Nah, ceritanya saya ngobrol dengan kenalan saya yang kebetulan dia berjualan sebuah krim wajah herbal yang terbuat dari bahan alami. Larisnya bukan main. Lalu saya bertanya, apa saja kandungan dari krim tersebut? Menurut teman saya, krim ini mengandung asam kaprilat yang terbuat dari susu kambing serta minyak zaitun sehingga sangat aman untuk kulit. Fungsi utamanya adalah regenerasi sehingga kulit akan bersih dan putih seperti bayi. Produk ini bernama cream annisa, atau annisa krim herbal atau annisa skin care. Yang menurut berbagai blog adalah hasil penelitian dosen IPB dan sedang dalam proses di badan POM.
Saat mendengar nama produk tersebut, saya ingat bahwa saya pernah membaca di sebuah forum yang menyebutkan bahwa produk ini dulu ditolak dari POM karena mengandung mercury, kemudian setelah itu ganti kemasan dan entah sekarang bagaimana saya kurang tahu. Saat saya sampaikan informasi tersebut ke rekan saya, dia menjelaskan bahwa memang cream annisa mengandung mercury, tapi kadarnya sudah dikurangi menjadi 0,01 saja. Jadi tidak berbahaya bagi tubuh dan bisa larut dalam air. Well, saya mungkin tidak bekerja di bidang Kimia seperti bidang yang saya ambil di UGM dulu, tapi semua wanita yang cerdas tahu bahwa mercury tidak larut di dalam air, dan akan mengendap di dalam tubuh mengakibatkan berbagai gangguan dalam tubuh serta janin. Nah, yang masih ingin mengetahui sifat fisika kimia dari Mercury atau Hg, nama ilmiahnya, dengan senang hati akan saya forward informasinya.
Cantik itu tidak harus putih. Kalau masih mengatakan bahwa cantik itu putih, itu sudah so last year. Oke, untuk tas mungkin kita bisa memakai tas kw super, atau kw 1. Tapi untuk kosmetik dan kesehatan, please SAY NO. Nggak harus naik satu tingkat atau dua tingkat, yang penting bersih dan sehat.
Salam cantik mbak jeung.