Blog inspirasi dari perempuan untuk perempuan. Jadi diri sendiri, kuat dan mandiri, dan tetap fashionable. We are strong and invincible.
Kamis, 05 Maret 2015
Kesempatan Kedua
Belum lagi e-mail kejutan di malam hari yang langsung bersubject, 'Ssst...... Isye, penawaran ini khusus buatmu'. Yassalam, saya buka juga e'mail itu dan dengan indahnya deretan parfum, kosmetik, tas cantik dan sepatu menari-menari dengan penawaran harga menyayat hati. Kata siapa harga murah itu menyenangkan? Harga tersebut justru mengiris-iris hati karena membuat kita tak kuasa menolaknya.
Dan omaigot, maskara yang selalu kupakai itu diskon 70%. Langsung saya bbm teman saya di studio. 'Nyah, maskara disc 70%.... mau titip nggak? Gratis ongkos kirim. trus parfum yang sering kita liat itu juga diskon banyak banget.'
Dan itu adalah pukul 01.30 dini hari. Saya juga setengah nyawa membuka webnya di HP dan klik add to chart beberapa barang yang menarik....ummm 3 parfum, 4 maskara, 3 eyeliners, 2 lip stain. OK, aman. Asal sudah add to chart, tinggal besok eksekusi. Saya pun tertidur.
Esoknya di studio, teman saya yang saya BBM semalam pun geleng-geleng kepala. Tapi seperti juga saya, dia malah minta nambah pesanan parfum dan maskara. Segera saya buka history browser di HP dan ....eh..... ummmm kok chartnya empty ya? Langsung saya buka home, naaaaa ternyata penawaran hanya berlaku malam hari saja selama 2 jam. Huaaaaaaaaa teman-teman di studio yang tahu langsung ikut nyesel. Fiuuuhhhh padahal udah pas banget maskara dan eyeliner plus benda-benda yang saya pesan tadi pasti akan terbagi rata untuk teman-teman studio. Yakin. Hiksss sayang gak kebagian.
Beberapa hari kemudian, web lain menawarkan produk yang sama dengan besaran diskon yang sedikit lebih kecil tapi tetep lumayan. Dan teman-teman studio langsung nitip rame-rame.
Well, seperti perjalanan hidup, selalu ada kejadian penting yang bisa terlewat begitu saja. Tapi semakin dewasa usia, tentu kita akan semakin pandai memilah mana yang harus segera dieksekusi, mana yang nanti-nanti. Well, urusan belanja tadi memang penting nggak penting sih... tapi.....yeayyyyy bentar lagi paketnya datang.
Selasa, 25 September 2012
Cinderella Story Does Exist, I Wrote My Own Fairytale
Senin, 17 September 2012
#Love
Hari ini saat siaran, saya memutar lagu Seluruh Nafas Ini Last Child featuring Giselle. Syairnya mungkin sesuatu yang biasa, yaitu tentang cinta. Tapi beberapa kalimat serasa menampar saya dan mengingatkan saya bahwa ada hal teristimewa dan terindah yang memang harus diperlakukan secara istimewa dan indah. 'Ini yang terakhir, aku menyakitimu. Takkan ku sia - siakan hidupmu lagii...... '
Hal terindah dalam hidup adalah orang yang kita kasihi bahagia dan tersenyum bersama kita. Kadang kita terbawa emosi dan hanya menuruti keinginan atau sudut pandang kita saja. Apa yang terbaik dari sudut pandang kita belum tentu terbaik baik orang yang kita kasihi. Memastikan mama tersenyum setiap hari, melihat keponakan atau putra - putri Anda tertawa gembira, dan memandang wajah orang yang Anda kasihi bahagia bersama Anda. Sudahkah saya melakukan itu semua?
Cincin yang hilang akan membuat kita lebih berhati - hati agar itu tidak kita alami lagi. Tapi saat orang yang Anda sayang mungkin tidak lagi bersama kita, apa kita bisa beli baru lagi ?
Sabtu, 08 September 2012
Panah Asmara
Kita sebut saja ada seorang laki - laki dan perempuan yang selama ini masing - masing memendam rasa tanpa ada yang berani mengungkapkan. Sayang waktu itu mereka belum kenal cupid, kalau sudah, mungkin bisa request ke cupid untuk menembakkan 'panah asmaraaa ..... panah asmaraaa.... sudah kubilang sayaaang' *backsound Afgan Panah Asmara keluar ^-^.
Laki - laki dan perempuan itu pada masa tertentu pernah tinggal berdekatan, bahkan sebenarnya mereka sering menggunakan bis yang sama saat sore hari. Perempuan muda itu sebenarnya sering mengamati laki - laki tersebut, cara dia berjalan, bagaimana kemejanya bagian belakang sering kali tidak rapi, lengan panjangnya tidak dikancingkan, dan tas ransel tipis yang dipakai oleh laki - laki itu. Sebenarnya banyak sekali kesempatan bagi kedua remaja tadi untuk saling mengenal lebih dari sekedar tahu nama saja. Beberapa kali perempuan muda itu sering berusaha mengajak berbicara, mencari perhatian dari laki - laki yang dia kagumi itu, tapi laki - laki itu seringkali berusaha menghindar.
Saat akhirnya mereka berpisah dan berbeda kota, beberapa kali ada kesempatan mereka hampir saja bertemu, namun kesempatan itu pun terlewat. Waktu berlalu hingga akhirnya suatu saat mereka kembali dipertemukan di jejaring sosial. Dan merasakan kedekatan yang sempat tertunda. Di perbatasan jalan inilah rasa yang belasan tahun tertahan ini serasa ingin meledak keluar. Perasaan ingin bersama..... ingin memiliki..... yang semuanya sulit karena jauuuuuh sekali cinta itu bisa tergapai.
Mereka berbeda kota dan........ laki - laki itu telah memiliki pasangan.
................................................................................................................................................
Bagian dari cerita di buku yang saya susun.
Kamis, 06 September 2012
Kamu, Kamu dan Kamu, Semua Sama.
Mama yang saya gambarkan disini adalah perempuan mandiri yang sehari - hari mengurus rumah tangga dan memang mencurahkan waktu hanya untuk keluarga. Memilih karakter Mama dan anak perempuannya merupakan hasil imajinasi saya sendiri, dimana saya jika nanti memiliki anak ingin memiliki kedekatan dengan anak - anak saya, seperti halnya Rara yang menceritakan hal apapun kepada mamanya.
Saya memang belum seperti mama saya sendiri yang benar - benar sudah lebih makan asam garam kehidupan. Saya ingat berulang kali mama selalu mengatakan pada saya untuk bersikap layaknya perempuan, bertingkah laku layaknya perempuan, menjaga kehormatan keluarga. Mungkin dulu saya kurang paham maksud beliau, bagaimana menerapkan hal tersebut dalam kehidupan saya.
Seiring waktu saya dan kehidupan saya pun bertemu dengan kehidupan teman - teman saya, dan orang - orang lain di sekitar saya. Salah satu hal yang sering saya lakukan adalah makan siang bersama teman - teman saya sembari memperhatikan orang lain yang juga makan siang di tempat tersebut, sehingga lama - lama bisa membedakan orang itu sedang bahagia atau tidak, sedang membicarakan apa, atau bahkan datang dengan siapa.
Di sebuah kafe yang menjual es krim sebagai menu utama, saya sering melihat anak - anak SMA yang datang dengan pacarnya. Jadi mengenang masa - masa SMA dulu yang kadang membuat saya tersenyum sendiri jika ingat kelakuan saya pada masa itu. Saat ini saya bisa paham mengapa dulu mama saya melarang saya menemui kakak kelas yang sering datang ke rumah, atau mengapa mama saya ramah dengan teman saya si C misalnya. Itu karena kaca mata orang tua jauh lebih tajam dari mata telanjang saya di umur SMA dulu. Kadang juga saya lihat ada segerombol anak perempuan yang berbicara tentang pacarnya, ada yang tertawa, kadang ada juga remaja putri yang sembari menahan tangis menceritakan ke sahabatnya bagaimana hubungannya dengan pacarnya. Dan ini cukup sering terjadi sehingga saya merasa gemas dan ingin berkata pada mereka, 'Jangan terlalu dipikirin, pilih aja satu laki - laki lain. Semua sama.'
Semua laki - laki sama? Well, semua anak laki - laki remaja yang sering kumpul dengan teman - temannya saat tidak membicarakan bola, atau topik lain, mereka membicarakan masalah fisik perempuan. Fisik.
Salah seorang kenalan saya setahun lalu sebelum menikah dia sempat bingung karena ternyata dia merasa masih mencintai mantannya dan belum yakin akan melanjutkan rencana pernikahan dengan calonnya sekarang. Tapi untuk melepaskan calonnya dia juga ragu. Dan sekarang? Kenalan saya sendiri bilang, dia tidak keliru memilih, dia sendiri melihat bagaimana kehidupannya dan bagaimana kehidupan mantannya yang dulu sepertinya masih dia cintai. Semua itu sama.
Dalam perjalanan hidup kita tentu ada beberapa orang yang datang dan pergi, yang membawa kebahagiaan dan kesedihan. Yang semakin lama saya semakin menyadari bahwa pada dasarnya semua itu sama. Orang dengan karakter apapun, selalu akan memberikan input yang sama pada kita, yaitu kebahagiaan dan kesedihan, seperti yang tadi sudah saya sebutkan. Kedekatan dengan orang kadang membuat kita tergantung pada keberadaannya dan merasa takut jika akan kehilangan dia, merasa tidak mampu jika tidak ada dia. Kondisi ini seringkali membuat kita tidak berpikir logis bahwa keberhasilan kita tidak bergantung pada orang lain.
Orang boleh datang dan pergi. Mereka mungkin meninggalkan luka namun sakit hati pun akan hilang dengan berjalannya waktu.
Rabu, 05 September 2012
Circle of Love
Kelahiran bayi mungil di sebuah keluarga, hari pertama masuk sekolah bagi putra - putri Anda, potong rambut pertama kali, tanggalnya gigi pertama kali, momen apapun bisa menjadi sangat istimewa karena kekuatan cinta. Semua momen itu terasa semakin istimewa saat kita bisa mengenangnya di kemudian hari. Saya beruntung hingga SMA sering diantar jemput oleh orang tua saya. Saat mungkin bagi beberapa orang hal itu membuat mereka menganggap saya anak manja, tidak mandiri. Dulu beberapa kali saya sempat minta berangkat sendiri atau paling tidak pulang sendiri bersama teman - teman saya. Tapi kini semakin saya bersyukur bahwa selama saya SMP, mama selalu menyiapkan bekal saya hingga kelas 3 karena di sekolah Muhammadiyah, mata pelajaran yang dipelajari lebih banyak jadi jam pulang pun jauh lebih sore dibanding siswa sekolah negeri. Hingga SMA, ayah sering mengantar jemput saya, padahal kantor ayah berlawanan arah dengan SMA saya. Semua karena sayang mereka pada saya. (Love you, Mom and Dad).
Kalau sekarang banyak berita seorang anak nekat berbuat hal - hal yang membahayakan diri mereka sendiri dan teman - temannya karena kurang perhatian dari orang tua, itu membuat saya bersyukur tak henti pada Tuhan karena memiliki keluarga yang selalu mendukung saya. Saya kini bisa memahami mengapa mama menceritakan ke semua orang saat saya mendapat juara Pelajar Teladan Kodya Yogyakarta saat SMP, saat saya masuk Dimas Diajeng Jogja, saat memenangkan lomba presenter di 2 TV lokal di Jogja, Lomba Menulis Surat Untuk Presiden, Karya Tulis Ilmiah dan banyak lagi yang saat itu membuat saya malu karena selalu dipamer-pamerkan oleh mama dan ayah. Tapi sekali lagi itu karena rasa bangga dan sayang mereka pada saya.
(Love you, Mom and Dad).
Dan saat saya terjatuh dan diberi cobaan oleh Tuhan, mereka berdua tidak pernah meninggalkan saya. Mereka berdua, kakak - kakak saya dan sahabat - sahabat saya, mereka semua saat itu tidak pernah meninggalkan saya. Yustin teman saya bahkan bisa sehari lebih dari tiga kali menelpon saya, kakak saya memastikan tidak ada hal - hal yang sensitif yang mungkin akan menyebabkan saya semakin terpuruk. Mama saya orang yang tegas dan kuat, mama selalu melarang saya menangisi hal yang tidak perlu, selalu menguatkan saya, meyakinkan saya bahwa saya mampu, jauh lebih mampu dari beliau. (Love you Mom ... so much). Ayah saya setiap hari sholat malam untuk mendoakan saya, kebahagiaan dan kesuksesan anak - anaknya.
Dan setelah saya kembali bangkit dan meneruskan jalan saya, apakah mereka melepaskan saya begitu saja? Yang saya lihat justru mereka tetap erat memeluk saya, mencintai saya. Hati ini semakin bahagia saat seseorang yang saya sayang menggoda saya, "Yang, kalau kromo inggilnya aku cinta kamu apa?"
Jumat, 24 Agustus 2012
Ayaaaang, Aku Kangeeeen
Hampir sinteron - sinetron dengan banyak ababil (abegeh labil) yang bertebaran di TV seringkali membuat kita tertawa dengan tingkah lakunya. Misalnya pada saat berbicara di telpon, dan masing - masing bilang, ummm...ayang aja yang tutup telpon. Pasangannya bilang, engga.... ayang aja. Ya udah kita tutup bareng ya, satu... dua... tiga.... Halo? Tuh kaaaaan ayang ga mau nutup.
Hihihihi...seru ya. Kalau dipikir mungkin itu berlebihan, tapi kalau dilihat 'rasa' yang ada dalam interaksi tersebut. Hey.... kita bisa merasa iri lho. Kadang interaksi kita dengan pasangan hanya sekedar, 'Ntar pulang agak malem. Ada klien ngajak meeting.' That's it. Hanya sekedar itu. Bayangkan kita yang ngobrol dengan orang yang kita sayang, dan secara tidak sadar ataupun sadar jadi alay seperti abegeh.
Serunya, ternyata dalam beberapa hal, alay itu boleh - boleh saja, asal kita tidak alay dalam semua hal. Kita bisa alay dengan teman - teman sesekali, atau dengan orang yang kita sayang. Kenapa tidak? Berapa banyak artikel tentang hubungan yang setelah sekian lama berlangsung kini terasa hambar? Dan mungkin banyak yang mengambil sesi konsultasi dengan biaya yang tentu lumayan mengurangi jatah belanja. Sebelum itu terjadi, sepertinya saya sendiri mau nyoba alay mode on ini hingga beberapa waktu ke depan dengan orang yang paling special buat saya tentunya. Umm...well, selama dia tahan juga dengan ke'alay'an ini.
Mau bilang lagi aaaaah, ' Ayaaaaang cepet pulaaaaang, aku kangeeeeeen'.
PS : kantung muntah tidak disediakan di bawah kursi Anda, jadi silahkan ke toilet terdekat ^^
Minggu, 30 Oktober 2011
Hikmah Dari Tragedi Lele
Jatuh cinta, sejuta rasanya. Dunia serasa milik berdua, yang lain figuran. Ada yang mau muntah? Hehehe… Pasti sudah ratusan atau bahkan lebih ya kita mendengar kalimat semacam itu. Tapi disadari atau tidak, hal itu benar adanya. Kita sering melakukan hal yang tidak masuk akal karena cinta. Huek…. nah, ada yang muntah lagi?
Ceritanya, hari itu adalah ulang tahun ibu mertua saya. Hari special ini saya hadiahkan kaftan batik untuk ibu. Rencana kami sekeluarga, Bapak, Ibu, saya dan suami dan adik ipar saya akan makan malam bersama merayakan ulang tahun Ibu. Ulang tahun kok sampai urusan jatuh cinta sejuta rasa? Nah sabar dulu ya, nanti ceritanya akan sampai disana.
Waktu sampai di rumah mertua saya, saya langsung menyampaikan kado saya dan mengucapkan selamat ke Ibu, plus sun pipi kanan kiri. Ibu malam itu tampak lelah dan sepertinya agak malas untuk pergi. Bapak waktu itu sedang berbicara di telpon dengan adik ipar saya. Setelah beberapa saat, Bapak memberikan telpon ke Ibu, supaya adik ipar saya ngobrol dengan Ibu sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun. Saya kurang memperhatikan pembicaraannya, yang jelas sembari bercanda, Ibu mengatakan kok sibuk sekali, sampai membalas SMS Ibu saja tidak sempat, apa sudah lupa kalau punya Ibu? “Mbok sesekali SMS atau telp satu menit saja, dicek Ibumu masih apa enggak to le. Ini nggak jadi pulang? Kan besok juga mau ngurus e KTP, sekalian malam ini keluar makan bareng, udah ditunggu.” Tapi sepertinya adik ipar saya malam itu tidak bisa pulang ke Yogya karena masih mengurus proyek di kantor.
Setelah telpon ditutup, Bapak menanyakan ingin makan dimana? Saya bilang terserah Ibu, karena inikan ulang tahun Ibu. Ibu semula bilang terserah saya, tapi waktu saya usulkan makan di Pattaya, masakan Thailand, Ibu bilang mau makan lele saja, suka lele. Akhirnya kami berempat menuju Lombok Idjo yang berada di Jl Laksda Adisucipto. Sampai di Lombok Idjo, suami saya bertanya pada pelayannya, menu masih lengkap semua atau ada yang habis? Pelayan menjawab yang habis menu lele. Karena Ibu ingin makan lele, jadi kami keluar dari Lombok Idjo dan sembari memutuskan mau makan dimana. Mencari lele goreng pun dilanjutkan, dari usulan saya Pondok Cabe, Bapak dan Ibu kurang berkenan, jadi kami menuju ke restoran favorit Ibu di Galih Jl Kaliurang. Saat menuju jalan Kaliurang, suami saya mengusulkan, biar tidak terlalu jauh, kita makan di Bebakaran saja aka feskul Jakal. Ibu pun setuju karena kebetulan pemiliknya adalah teman Ibu, tetangga di kompleks.
Kami sampai di Bebakaran aka feskul Jakal. Saat masuk terakhir, mungkin sudah satu atau dua tahun yang lalu saya lupa, tempatnya bersih dan nyaman, tapi saat itu tampak kurang terawat. Tapi demi lele goreng, kami tetap masuk. Saat pelayan mendatangi kami, suami saya menanyakan apakah menu masih lengkap atau ada yang habis? Pelayan menjawab semua masih lengkap. Wah rasanya lega, Bapak, Ibu dan suami saya pun memesan lele bakar dan goreng, dan saya gurameh bakar karena lele adalah salah satu menu yang tidak saya makan selain bebek. Setelah menunggu 30 menit, minuman kami datang, dan dilanjutkan dengan 15 menit berikutnya masih menunggu makanan. Setelah 15 menit, pelayan datang dan mengatakan pada kami, maaf lele yang dipesan habis. Kontan kami terkejut, tadi dikatakan semua masih lengkap, setelah menunggu sekian lama lalu disampaikan bahwa menu yang dipesan habis. Dan dari pihak Manajemen Feskul hanya menawarkan silahkan ganti menu yang lain. Saya berusahan menahan diri karena ini ulang tahun Ibu, suami saya dan Bapak sempat protes dengan pengelolaan yang sembrono dari Feskul. Tapi akhirnya kami pun mengalah dan memesan ayam bakar dan ayam goreng. Saya sempat menanyakan, gurameh bakar yang saya pesan ada tidak? Dia jawab, ada Bu. Masih ada satu, kami siapkan untuk Ibu. Oke, kami menunggu. Itu pun tidak segera datang, kami masih menunggu 30 menit lagi dan ayam pun datang dalam keadaan dingin, tidak seperti habis digoreng atau dibakar yang membuat kami berasumsi, mereka membeli dari warung sebelah atau dari luar, dan pelayan menyampaikan bahwa gurameh yang saya pesan habis. Selesai sudah, suami saya langsung minta bicara langsung dengan Manajemen feskul di bagian belakang, pelayan mengatakan akan memanggilkan PICnya, namun kemudian dia menyampaikan PICnya ternyata sudah pulang, setelah itu sudah jelas suami saya memprotes pelayanan mereka yang kacau dan ceroboh. Setelah beberapa menit, akhirnya saya menyusul suami saya ke bagian belakang. Saya langsung sampaikan, Anda pilih sekarang juga mencarikan bahan dan membuatkan menu sesuai pesanan kami, atau kami pergi sekarang dan tidak saya bayar. Mereka tetap meminta kami untuk mengganti pesanan dengan yang ada. Benar – benar membuat emosi pelayanan Feskul ini. Saya bilang, saya mau pesanan sesuai yang saya order tadi, yang disampaikan masih ada. Dan akhirnya salah seorang dari pelayan Feskul mengatakan mereka tidak bisa membuatkan menu yang sudah habis dan jika kami keberatan membayar tidak perlu membayar. Saya katakana lagi, ‘OK, kami pergi sekarang dan tidak kami bayar. Selamat malam.’
Duankkk!!!! Aduh kasihan Ibu. Bapak akhirnya mengatakan sudahlah kita ke Galih saja. Dan kami menuju Galih, yang saya dulu baru satu kali makan disana waktu masih pacaran dengan suami saya, itu juga merayakan ulang tahun Ibu. Jadi itu berapa tahun cahaya yang lalu ya? Hehehe. Galih itu di sekitar Jl Kaliurang km 12. Ini sekarang sampai di km 13, 14… lho dimana restorannya? Ngek ngok restorannya sudah tutup dan entah sekarang jadi bakmi jawa atau apa. Hihihihi… dalam hati saya ingin tertawa astaga, Tuhan baru ngajak bercanda. Tapi yang jelas Bapak dan Ibu sudah kecewa luar biasa. Saya dan suami saya berdua di belakang saling senyum dan berusaha tidak member komentar yang mungkin akan membuat Ibu semakin kecewa. Karena sudah bingung, dan dalam kondisi seperti ini saya juga sudah tidak berani mengusulkan tempat di manapun, walau dalam hati, tadi jika ke Pattaya atau Phuket saja pasti beres. Ibu sempat bertanya, Pattaya itu dimana? Tapi akhirnya Bapak berhenti di sebuah restoran di Jakal Km 10, dan saat itu hujan deras pun mengguyur jogja. Alhamdulillah hujan juga akhirnya, pas sampai di restoran yang tempat parkir dan restorannya lumayan jauh, jadi siapa yang mau duluan lari keluar meminjam paying? Dalam hati saya sudah kurang sreg dengan tempat ini, karena satu, yang datang rata – rata mahasiswa. Tidak masalah sebenarnya, tapi jelas bukan tempat yang asyik untuk family time lah ya. Dua, tidak ada tukang parkir yang mengarahkan parkir dan membawakan paying, tapi paling tidak suami saya sudah duluan lari ke dalam untuk meminjam paying sekaligus menanyakan apakah menu masih lengkap. Alhamdulillah lengkap demikian laporan suami saya. Hihihi…baiklah karena paying sudah datang, kami pun masuk ke dalam restoran. Alhamdulillah, pelayan segera datang dan mencatat pesanan kami. Sekitar 15 menit kemudian minuman datang, dan sekitar 30 menit…..hihihihi (saya sudah mulai curiga) menu yang dipesan datang, minus nasi, karena nasi menurut pelayannya baru habis dan sedang dimasak. Ngek ngok…..jadi kami menunggu lagi sampai akhirnya 20 menit menunggu, satu persatu lauk yang saya pesan saya habiskan. Setelah 20 menit, nasi diantarkan, namun yang kami dapat, nasi masih setengah matang. Sudah cukup, kami akhirnya menghabiskan minum, membayar ke kasir dan pulang.
Rasanya sudah tidak bisa lagi berkata – kata. Kami segera menuju rumah Bapak dan Ibu, dan saya dan suami tak lama pamit pulang karena sudah hampir jam 11 malam. Setelah pamit dan perjalanan pulang ke rumah, saya dan suami tak henti istighfar dan mulai membahas. Menurut pemikiran saya, ada seseorang dari 4 orang ini tadi yang sedang mengalami kekecewaan yang cukup mendalam. Jika dilihat dari efek negative dari energy tersebut, maka memang Ibu lah yang sedang kecewa. Mungkin juga karena beliau sedang lelah karena pekerjaan di kantor, ditambah dengan kekecewaan karena adik ipar saya batal datang. Memang beberapa minggu ini, Ibu tampaknya sangat ingin punya waktu bersama adik ipar saya, terutama karena dia sudah sangat ingin menikah dengan pacarnya, dan kami sekeluarga juga sudah silaturahmi ke rumah keluarga pacar adik saya, yang sebenarnya agak terburu – buru menurut saya. Ini menurut saya ya, tapi setelah datang di keluarga pacar adik saya, memang mereka turun – temurun nikah di usia muda menurut standar saya (saya selalu bercita – cita menikah di usia 30 tahun atau paling cepat 29 tahun, pas saat rencana saya sudah 75% terlaksana, termasuk menyiapkan asuransi untuk saya dan anak kami nanti, kebutuhan lainnya, dsb lah maklum saya lebih nyaman jika sudah welldone hehehe). Yah semua pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing – masing ya, kalau masalah faktor usia untuk menikah J.
Mungkin karena naluri ibu, jadi ingin punya waktu sebelum anaknya yang paling kecil membangun rumah tangga, atau karena masih ragu melepasnya. Sebenarnya Ibu juga ingin agar adik saya menunggu satu tahun lagi agar dia merencanakan dahulu setelah menikah akan tinggal dimana, maslaah pekerjaan bagaimana, karena dia sendiri saat ini masih ingin pindah pekerjaan, kemudian setelah menikah apakah istrinya akan tetap bekerja atau menjadi ibu rumah tangga, tabungan untuk anak apa sudah disiapkan? Dan sederet pertanyaan itu dijawab dengan ‘ Ya belum, ya sambil jalan.’ Nah, makanya Ibu dan Bapak sebenarnya ingin mereka berdua lebih sabar, dan memang iya sih, pihak perempuan memang biasanya yang mengejar – ngejar untuk segera dinikahi. Saya lihat juga, pacar adik saya lebih menguasai hubungan, jadi adik ipar cenderung mengikuti semua kemauannya. Semacam sudah menemukan pangeran dan tidak mau pangerannya hilang. Hayooo ngaku, semua pasti ngalami hal ini (including me, sudah melalui masa itu hehehe).
Yang saya tahu adalah, kalau sedang pacaran, sesibuk apapun, saya selalu ada waktu untuk pacar saya dan yang lain itu cuma figuran. Hehehe…. Jadi kalaupun tidak sempat membalas sms Ibu atau mengucapkan selamat ulang tahun, tapi dari status di BBM, saya tahu kalau adik saya selalu punya waktu dengan pacarnya, yang keduanya memang ada di list BBM saya. Indahnya kalau jatuh cinta.
Sebenarnya yang ingin saya tekankan ada beberapa hal, yang utama adalah bahwa pikiran itu energinya luar biasa terhadap hidup kita. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan jadi kenyataan. Saat mungkin Ibu saya kecewa, maka kekecewaan itulah yang terus terjadi pada malam tragedi lele itu tadi. Nah, apa yang ingin Anda capai? Apapun itu, pikirkan dan terus masukkan dalam pikiran Anda. Dengan membayangkan impian Anda, sembari terus berusaha, maka akan terwujud impian Anda tersebut. Jadi jangan takut bermimpi ya.
Nah, yang kedua mungkin lebih sulit. Saat kita mencintai seseorang, cobalah melihat dari luar lingkup cinta Anda dan tetap berfikir dengan akal jernih. Kenapa saya sampaikan lebih sulit? Karena perasaan sayang adalah perasaan yang menguasai emosi dan pikiran, jadi akan lebih sulit bagi kita untuk melihat secara wajar. Cara paling mudah, minta pendapat pada beberapa orang yang lebih dewasa yang Anda percaya. Jika sebagian besar pendapat mereka sama, nah maka sebenarnya memang itulah yang benar. Walau kita akan sulit memahami hal itu, ya namanya jatuh cinta…… orang lain serasa tas kw 4 rijek yang udah disale lah. Hehehe……
Semoga sharing ini bermanfaat. Selamat kembali bekerja, matur nuwun yang sudah menyempatkan diri mampir membaca.
Minggu, 31 Juli 2011
Life Is Like Fake Handbag
Okai, back to the mall today. Kalau baru musim fashion tertentu, kadang suka jengah liat mbak jeung pada latah ngikutin trend gitu aja. I'm done with hoodie, entah itu hoodie tunik, hoodie gamis..... aku pilih red riding hood ajalah. Jalan ke manapun ko ketemu mbak jeung pake hoodie. Hadeeeeeeh...ga bisa ya kalau coba nerapin dare to be different. Apalagi yang pakai hoodie bahan kaus dan gak dilapisi dalamnya. Oke, jadi kalau aku bilang ke hubby, 'Liat deh, pakai jilbab tapi we can see all the things inside', trus abis itu hubby jadi sering ngelirik tu cewek, aku juga ga heran. Diluar dari kenyataan bahwa pria emang selalu curi - curi pandang kan? hahahah...whatever lah.
Pemberhentian pertama, as usual Studio 21 dan langsung ngelu liat antrian Harpot. Bukannya saya pecinta Harpot dan mau nonton Harpot. Mau nonton Something Borrowed tp musti antri bareng Harpot junkie. Trus nanya ke petugas, ternyata bisa beli tiket tanpa antri, tapi musti cash, ga bisa pakai priviledge BCA Card dan ga bisa milih kursi alias dipilihin. Hiksss......... sabaaar coba cari maem dulu aja deh. Moga tar pas balik antrian udah gak segila ini.
Perjalanan lanjut ke Pizza Hut dan surprise surprise....... I let him choose the menu dan sedih karena bayangan daging sapi asap itu ilang karena yg dipesan toppingnya daging ayam semua huaaaaa.... hiks... hiks....... Oke, tenang... mari cek 21 lagi aja. Naaah antrian sudah menipis..so jadi juga nonton Something Borrowed.
Something Borrowed bercerita tentang persahabatan Darcy (gadis yang fun, modis dan suka jadi pusat perhatian, cantik dan pirang) dengan Rachel (lebih serius, manis, sering mengalah untuk Darcy) dan konflik dengan tunangan Darcy, yang bernama Dex. Dex ini dulu teman kuliah Rachel yang ternyata pada saat menjelang pernikahan Dex dengan Darcy, mereka saling berterus terang bahwa mereka dulu saling suka. Nah, konflik terjadi setelah ulang tahun Rachel, mereka berdua mabuk dan akhirnya tidur bersama.
Konflik berlanjut hingga akhirnya Dex membatalkan pernikahan dan menemui Rachel. Nah, saat itulah Darcy mengetahui bahwa Rachel lah orang ketiga dalam hubungan mereka. Tapi toh Darcy sendiri juga tidak jujur. Dia berselingkuh dengan Marcus, seorang teman, dan hamil. Ngek ngooook......... emang ya, kadang sesuatu itu rasanya dilihat indah dan mulus. Tapi setelah dilihat dalamnya, tidak semua sesuai yang kita harapkan. Seperti tas kw yang baru datang dari supplier ini, talinya salah pasang...hadehhhhh alamat harus dipakai sendiri aja atau disale dengan discount fantastis.