Tampilkan postingan dengan label abg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abg. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

Honey Bee

Suatu hari sepasang kekasih berjalan - jalan di sebuah pusat perbelanjaan dan berniat menonton film. Ini film terbaru yang semua orang pasti ingin lihat. Bukan filmnya yang akan dibicarakan, tapi kebersamaan mereka. Berjalan beriringan, berhenti membeli jagung manis satu cup untuk dimakan berdua atau sesekali saling menyuapi satu sama lain. Saat berjalan berdua yang ada hanya perasaan bahagia, perasaan seru. Saat menonton film, di dalam bioskop mereka terus berpegangan tangan dari awal film hingga selesai film. Sang pangeran pun tak lelah bahunya dipakai bersandar selama menonton film oleh kekasih hati. Saat berdua, serasa semua masalah yang menjerat itu hilang, yang ada bahagia. Saat kekasih merajuk, pangeran akan berusaha menyenangkan hati kekasihnya, demikian juga sebaliknya. Love is in the air. Mungkin hingga datang masanya sang pangeran berniat memasangkan cincin untuk kekasih hatinya. Saat cincin itu nanti benar - benar terpasang, yang ada hanyalah indahnya hidup. Cinta memang semanis madu. Cincin adalah tanda sayang, tanda kasih. Suatu saat mungkin sang pangeran tidak berjodoh dengan sang kekasih hingga yang tersisa hanyalah pahit dan sakit. Cincin tanda sayang pun tergeletak bahkan mungkin tanpa sempat disematkan di jari manis sang kekasih. Saat mengingat atau mendengar namanya, yang terasa kini pilu, semua kenangan lalu hanya membuat hati teriris dan makin tak menentu. Cinta kadang memang manis seperti madu, tapi juga menyengat seperti lebah. Honey bee...

Selasa, 25 September 2012

Cinderella Story Does Exist, I Wrote My Own Fairytale

Wanita itu suka nggosip? Hmm.... lebih tepatnya menurut saya, wanita suka berbagi. Berbagi rasa, berbagi pandangan, berbagi pikiran. Suatu hal yang menyesakkan hati dan pikiran akan lebih ringan rasanya jika kita ceritakan ke sahabat kita. Kenapa harus dipendam sendiri? Toh kita percaya sahabat adalah sahabat. Kedekatan dengan seorang sahabat bisa jadi lebih dibandingkan kedekatan dengan pasangan Anda, orang tua atau saudara kandung Anda. Dulu saya pikir cerita di film atau sinetron itu hanyalah buatan manusia saja. Rasanya berlebihan kalau ada suami yang tega memukul istrinya, kisah anak angkat yang disia-siakan atau diperlakukan berbeda, seorang ayah yang mengancam keluarganya sendiri dengan pistol, istri yang punya pacar baru, ..... rasanya itu cuma di sinetron saja. Tapi kadang realita itulah yang terjadi dan dialami orang - orang yang kita kenal. Selalu ada peran kaum high class yang hanya mau karaoke di ruang penthouse dan selalu ada peran orang yang karaoke dengan voucher. Seringkali kita temui pasangan yang depresi karena tidak bahagia dengan kehidupan rumah tangganya. Mereka bertahan dengan alasan anak - anak, atau karena takut dengan status cerai yang bagi beberapa orang masih tidak wajar dan dianggap tidak pantas. Sedih rasanya saat seorang rekan bercerita bahwa suaminya sudah tidak pernah memberi nafkah lahir selama berbulan - bulan, tidak bekerja dan sering pergi tidak jelas kemana. Dan ini bukan sinetron. Rekan yang lain lagi suaminya sering main perempuan bahkan di depan keluarganya sendiri sudah tidak punya malu. Mengapa hubungan seperti ini dipertahankan? Cerai memang bukan selalu solusi yang tepat. Tapi coba lihat bagaimana Tuhan menjelaskan bahwa telah Dia ciptakan manusia berpasang-pasangan ........ agar mereka merasa tenang. Berpasangan sehingga tercipta ketentraman, ketenangan. Bukan berpasangan karena sudah ditanya oleh tetangga dan saudara mengapa belum menikah, bukan juga karena malu dipanggil perawan tua. Norma di masyarakat mungkin memang seperti itu, tapi kebahagiaan kita adalah hal yang layak diperjuangkan. Kita hidup di dunia ini berhak untuk bahagia, merasakan ketenangan, merasa tentram dengan pasangan kita. Dunia ini tidak pahit, pasangan yang baik hati, penyayang dan sabar itu ada, kita sendiri yang menentukan akan seperti apa hidup kita. Cinderella story does exist, coz I wrote my own fairytale.

Sabtu, 08 September 2012

Panah Asmara

Jarak kadang memang terasa membatasi jalan. Social media rasanya tak cukup untuk pengobat rasa saat lama tak bersua. Malem minggu di depan lappy itu sesuatu bener deh. Yang ada di kepala hanya ide cerita yang terus berdatangan sementara tangan ini belum juga mau melanjutkan cerita yang telah disusun sebagian.

Kita sebut saja ada seorang laki - laki dan perempuan yang selama ini masing - masing memendam rasa tanpa ada yang berani mengungkapkan. Sayang waktu itu mereka belum kenal cupid, kalau sudah, mungkin bisa request ke cupid untuk menembakkan 'panah asmaraaa ..... panah asmaraaa.... sudah kubilang sayaaang' *backsound Afgan Panah Asmara keluar ^-^.

Laki - laki dan perempuan itu pada masa tertentu pernah tinggal berdekatan, bahkan sebenarnya mereka sering menggunakan bis yang sama saat sore hari. Perempuan muda itu sebenarnya sering mengamati laki - laki tersebut, cara dia berjalan, bagaimana kemejanya bagian belakang sering kali tidak rapi, lengan panjangnya tidak dikancingkan, dan tas ransel tipis yang dipakai oleh laki - laki itu. Sebenarnya banyak sekali kesempatan bagi kedua remaja tadi untuk saling mengenal lebih dari sekedar tahu nama saja. Beberapa kali perempuan muda itu sering berusaha mengajak berbicara, mencari perhatian dari laki - laki yang dia kagumi itu, tapi laki - laki itu seringkali berusaha menghindar.

Saat akhirnya mereka berpisah dan berbeda kota, beberapa kali ada kesempatan mereka hampir saja bertemu, namun kesempatan itu pun terlewat. Waktu berlalu hingga akhirnya suatu saat mereka kembali dipertemukan di jejaring sosial. Dan merasakan kedekatan yang sempat tertunda. Di perbatasan jalan inilah rasa yang belasan tahun tertahan ini serasa ingin meledak keluar. Perasaan ingin bersama..... ingin memiliki..... yang semuanya sulit karena jauuuuuh sekali cinta itu bisa tergapai.
Mereka berbeda kota dan........ laki - laki itu telah memiliki pasangan.

................................................................................................................................................

Bagian dari cerita di buku yang saya susun.

Kamis, 06 September 2012

Kamu, Kamu dan Kamu, Semua Sama.

Mama dan Rara adalah karakter yang sering saya pakai untuk menceritakan hubungan seorang mama dengan putrinya. Hubungan yang dekat dalam karakter yang saya buat ini seringkali digambarkan dalam obrolan tentang hubungan laki - laki dan perempuan, bagaimana Rara yang masih di bangku SMA menjalin pertemanan dengan rekan - rekannya, termasuk dengan lawan jenisnya.

Mama yang saya gambarkan disini adalah perempuan mandiri yang sehari - hari mengurus rumah tangga dan memang mencurahkan waktu hanya untuk keluarga. Memilih karakter Mama dan anak perempuannya merupakan hasil imajinasi saya sendiri, dimana saya jika nanti memiliki anak ingin memiliki kedekatan dengan anak - anak saya, seperti halnya Rara yang menceritakan hal apapun kepada mamanya.

Saya memang belum seperti mama saya sendiri yang benar - benar sudah lebih makan asam garam kehidupan. Saya ingat berulang kali mama selalu mengatakan pada saya untuk bersikap layaknya perempuan, bertingkah laku layaknya perempuan, menjaga kehormatan keluarga. Mungkin dulu saya kurang paham maksud beliau, bagaimana menerapkan hal tersebut dalam kehidupan saya.

Seiring waktu saya dan kehidupan saya pun bertemu dengan kehidupan teman - teman saya, dan orang - orang lain di sekitar saya. Salah satu hal yang sering saya lakukan adalah makan siang bersama teman - teman saya sembari memperhatikan orang lain yang juga makan siang di tempat tersebut, sehingga lama - lama bisa membedakan orang itu sedang bahagia atau tidak, sedang membicarakan apa, atau bahkan datang dengan siapa.

Di sebuah kafe yang menjual es krim sebagai menu utama, saya sering melihat anak - anak SMA yang datang dengan pacarnya. Jadi mengenang masa - masa SMA dulu yang kadang membuat saya tersenyum sendiri jika ingat kelakuan saya pada masa itu. Saat ini saya bisa paham mengapa dulu mama saya melarang saya menemui kakak kelas yang sering datang ke rumah, atau mengapa mama saya ramah dengan teman saya si C misalnya. Itu karena kaca mata orang tua jauh lebih tajam dari mata telanjang saya di umur SMA dulu. Kadang juga saya lihat ada segerombol anak perempuan yang berbicara tentang pacarnya, ada yang tertawa, kadang ada juga remaja putri yang sembari menahan tangis menceritakan ke sahabatnya bagaimana hubungannya dengan pacarnya. Dan ini cukup sering terjadi sehingga saya merasa gemas dan ingin berkata pada mereka, 'Jangan terlalu dipikirin, pilih aja satu laki - laki lain. Semua sama.'

Semua laki - laki sama? Well, semua anak laki - laki remaja yang sering kumpul dengan teman - temannya saat tidak membicarakan bola, atau topik lain, mereka membicarakan masalah fisik perempuan. Fisik.

Salah seorang kenalan saya setahun lalu sebelum menikah dia sempat bingung karena ternyata dia merasa masih mencintai mantannya dan belum yakin akan melanjutkan rencana pernikahan dengan calonnya sekarang. Tapi untuk melepaskan calonnya dia juga ragu. Dan sekarang? Kenalan saya sendiri bilang, dia tidak keliru memilih, dia sendiri melihat bagaimana kehidupannya dan bagaimana kehidupan mantannya yang dulu sepertinya masih dia cintai. Semua itu sama.

Dalam perjalanan hidup kita tentu ada beberapa orang yang datang dan pergi, yang membawa kebahagiaan dan kesedihan. Yang semakin lama saya semakin menyadari bahwa pada dasarnya semua itu sama. Orang dengan karakter apapun, selalu akan memberikan input yang sama pada kita, yaitu kebahagiaan dan kesedihan, seperti yang tadi sudah saya sebutkan. Kedekatan dengan orang kadang membuat kita tergantung pada keberadaannya dan merasa takut jika akan kehilangan dia, merasa tidak mampu jika tidak ada dia. Kondisi ini seringkali membuat kita tidak berpikir logis bahwa keberhasilan kita tidak bergantung pada orang lain.

Orang boleh datang dan pergi. Mereka mungkin meninggalkan luka namun sakit hati pun akan hilang dengan berjalannya waktu.

Selasa, 04 September 2012

13 31

13 Going On 30, salah satu film drama komedi romantis yang membuat saya belajar untuk memandang segala sesuatu lebih hati - hati, dan terbuka pada masukan keluarga dan sahabat - sahabat saya. Film ini sudah lumayan lama, namun sesekali masih saya tonton di rumah. Sering kali kita melihat sesuatu hanya dari keindahan luarnya, namun saat dikenal lebih dekat ternyata banyak hal yang justru kebalikan dengan keindahan itu. Tidak menutup kemungkinan sesuatu yang indah justru semakin indah juga bagian dalamnya. Ini namanya baru pilihan yang tepat.

Kembali ke film 13 Going On 30. Kalau saat kita berusia 13 tahun kita mendapat kesempatan untuk melihat kita di usia 30 nanti, pasti ada banyak hal yang akan Anda persiapkan, banyak sekali hal - hal yang mungkin bisa Anda ganti sesuai keinginan Anda. Hmm.... tapi apakah benar dengan mengganti beberapa hal tersebut Anda akan pasti lebih berbahagia?

Suatu hal pasti berkaitan dengan hal yang lain. Tidak ada satu hal di dunia ini yang bisa berdiri sendiri lepas dari keterkaitan dengan yang lain. Hidup yang saya jalani juga demikian. Semakin hari semakin tampak benang - benang tersambung dari rangkaian peristiwa di masa kecil saya, remaja hingga sekarang saya abegeh *buang KTP ^_^.

Kadang justru semua akan terasa lebih indah dan berkesan saat kita menjalani hidup ini tanpa perlu tahu bagaimana kita nanti dua puluh atau lima puluh tahun nanti. Tuhan selalu punya alasan indah mengapa semua terjadi, bahkan jika Anda sudah tidak bertemu dengan seseorang yang berkesan di diri Anda selama 13 tahun dan kini kembali bertemu di usia 31 tahun, itu juga merupakan rencana Tuhan. Tapi harus diingat kalau di film 13 Going On 30 mungkin Anda akan kembali melihat kisah Cinderella yang happily ever after, well.... di dunia nyata kisah Cinderella ini mungkin tidak sebanyak kejadian di film, tapi toh pangeran tampan tetap bisa kita temukan.

PS : 13 is my lucky number

Jumat, 24 Agustus 2012

Ayaaaang, Aku Kangeeeen

Ayaaaaang..... aku kangeeeeeen banget. Gubrak. Tuluuuuung berasa hoeeekkk kalau lihat ababil di sinetron sok imut panggil ayang dengan super alay. Sengaja dua hari ini pasang status 'Kangen Ayaaaang' di whatsapp. Dan selamaaaat, Anda panen komen dari teman - teman di contact. Dari yang bilang, : Aku juga kangen ayaaaang, plus emoticon ketawa jumpalitan. Ada yang bilang : jangan lupa buang KTP ya jeung bonus emoticon melet. Yang favorit saya komen yang tulisannya : Kangen Ayaaaang? Mateeeeekkkkk. Hahahhaa yaowoh, ternyata alay dua hari bikin hidup lebih berwarna. Belum lagi yang komentar : Permisi... mau numpang huekkk.

Hampir sinteron - sinetron dengan banyak ababil (abegeh labil) yang bertebaran di TV seringkali membuat kita tertawa dengan tingkah lakunya. Misalnya pada saat berbicara di telpon, dan masing - masing bilang, ummm...ayang aja yang tutup telpon. Pasangannya bilang, engga.... ayang aja. Ya udah kita tutup bareng ya, satu... dua... tiga.... Halo? Tuh kaaaaan ayang ga mau nutup.

Hihihihi...seru ya. Kalau dipikir mungkin itu berlebihan, tapi kalau dilihat 'rasa' yang ada dalam interaksi tersebut. Hey.... kita bisa merasa iri lho. Kadang interaksi kita dengan pasangan hanya sekedar, 'Ntar pulang agak malem. Ada klien ngajak meeting.' That's it. Hanya sekedar itu. Bayangkan kita yang ngobrol dengan orang yang kita sayang, dan secara tidak sadar ataupun sadar jadi alay seperti abegeh.

Serunya, ternyata dalam beberapa hal, alay itu boleh - boleh saja, asal kita tidak alay dalam semua hal. Kita bisa alay dengan teman - teman sesekali, atau dengan orang yang kita sayang. Kenapa tidak? Berapa banyak artikel tentang hubungan yang setelah sekian lama berlangsung kini terasa hambar? Dan mungkin banyak yang mengambil sesi konsultasi dengan biaya yang tentu lumayan mengurangi jatah belanja. Sebelum itu terjadi, sepertinya saya sendiri mau nyoba alay mode on ini hingga beberapa waktu ke depan dengan orang yang paling special buat saya tentunya. Umm...well, selama dia tahan juga dengan ke'alay'an ini.

Mau bilang lagi aaaaah, ' Ayaaaaang cepet pulaaaaang, aku kangeeeeeen'.
PS : kantung muntah tidak disediakan di bawah kursi Anda, jadi silahkan ke toilet terdekat ^^