Pernahkah Anda kehilangan sesuatu yang sangat berharga dari Anda? Saat cincin kesayangan Anda hilang, pasti ada rasa sedih dan kecewa. Saat sahabat Anda pergi lebih dulu karena dipanggil Tuhan, tentu ada rasa sedih yang mendera. Hal terindah dan berharga itu tentu berbeda bagi setiap orang.
Hari ini saat siaran, saya memutar lagu Seluruh Nafas Ini Last Child featuring Giselle. Syairnya mungkin sesuatu yang biasa, yaitu tentang cinta. Tapi beberapa kalimat serasa menampar saya dan mengingatkan saya bahwa ada hal teristimewa dan terindah yang memang harus diperlakukan secara istimewa dan indah. 'Ini yang terakhir, aku menyakitimu. Takkan ku sia - siakan hidupmu lagii...... '
Hal terindah dalam hidup adalah orang yang kita kasihi bahagia dan tersenyum bersama kita. Kadang kita terbawa emosi dan hanya menuruti keinginan atau sudut pandang kita saja. Apa yang terbaik dari sudut pandang kita belum tentu terbaik baik orang yang kita kasihi. Memastikan mama tersenyum setiap hari, melihat keponakan atau putra - putri Anda tertawa gembira, dan memandang wajah orang yang Anda kasihi bahagia bersama Anda. Sudahkah saya melakukan itu semua?
Cincin yang hilang akan membuat kita lebih berhati - hati agar itu tidak kita alami lagi. Tapi saat orang yang Anda sayang mungkin tidak lagi bersama kita, apa kita bisa beli baru lagi ?
Blog inspirasi dari perempuan untuk perempuan. Jadi diri sendiri, kuat dan mandiri, dan tetap fashionable. We are strong and invincible.
Tampilkan postingan dengan label isyedewi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label isyedewi. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 September 2012
Sabtu, 08 September 2012
Panah Asmara
Jarak kadang memang terasa membatasi jalan. Social media rasanya tak cukup untuk pengobat rasa saat lama tak bersua. Malem minggu di depan lappy itu sesuatu bener deh. Yang ada di kepala hanya ide cerita yang terus berdatangan sementara tangan ini belum juga mau melanjutkan cerita yang telah disusun sebagian.
Kita sebut saja ada seorang laki - laki dan perempuan yang selama ini masing - masing memendam rasa tanpa ada yang berani mengungkapkan. Sayang waktu itu mereka belum kenal cupid, kalau sudah, mungkin bisa request ke cupid untuk menembakkan 'panah asmaraaa ..... panah asmaraaa.... sudah kubilang sayaaang' *backsound Afgan Panah Asmara keluar ^-^.
Laki - laki dan perempuan itu pada masa tertentu pernah tinggal berdekatan, bahkan sebenarnya mereka sering menggunakan bis yang sama saat sore hari. Perempuan muda itu sebenarnya sering mengamati laki - laki tersebut, cara dia berjalan, bagaimana kemejanya bagian belakang sering kali tidak rapi, lengan panjangnya tidak dikancingkan, dan tas ransel tipis yang dipakai oleh laki - laki itu. Sebenarnya banyak sekali kesempatan bagi kedua remaja tadi untuk saling mengenal lebih dari sekedar tahu nama saja. Beberapa kali perempuan muda itu sering berusaha mengajak berbicara, mencari perhatian dari laki - laki yang dia kagumi itu, tapi laki - laki itu seringkali berusaha menghindar.
Saat akhirnya mereka berpisah dan berbeda kota, beberapa kali ada kesempatan mereka hampir saja bertemu, namun kesempatan itu pun terlewat. Waktu berlalu hingga akhirnya suatu saat mereka kembali dipertemukan di jejaring sosial. Dan merasakan kedekatan yang sempat tertunda. Di perbatasan jalan inilah rasa yang belasan tahun tertahan ini serasa ingin meledak keluar. Perasaan ingin bersama..... ingin memiliki..... yang semuanya sulit karena jauuuuuh sekali cinta itu bisa tergapai.
Mereka berbeda kota dan........ laki - laki itu telah memiliki pasangan.
................................................................................................................................................
Bagian dari cerita di buku yang saya susun.
Kita sebut saja ada seorang laki - laki dan perempuan yang selama ini masing - masing memendam rasa tanpa ada yang berani mengungkapkan. Sayang waktu itu mereka belum kenal cupid, kalau sudah, mungkin bisa request ke cupid untuk menembakkan 'panah asmaraaa ..... panah asmaraaa.... sudah kubilang sayaaang' *backsound Afgan Panah Asmara keluar ^-^.
Laki - laki dan perempuan itu pada masa tertentu pernah tinggal berdekatan, bahkan sebenarnya mereka sering menggunakan bis yang sama saat sore hari. Perempuan muda itu sebenarnya sering mengamati laki - laki tersebut, cara dia berjalan, bagaimana kemejanya bagian belakang sering kali tidak rapi, lengan panjangnya tidak dikancingkan, dan tas ransel tipis yang dipakai oleh laki - laki itu. Sebenarnya banyak sekali kesempatan bagi kedua remaja tadi untuk saling mengenal lebih dari sekedar tahu nama saja. Beberapa kali perempuan muda itu sering berusaha mengajak berbicara, mencari perhatian dari laki - laki yang dia kagumi itu, tapi laki - laki itu seringkali berusaha menghindar.
Saat akhirnya mereka berpisah dan berbeda kota, beberapa kali ada kesempatan mereka hampir saja bertemu, namun kesempatan itu pun terlewat. Waktu berlalu hingga akhirnya suatu saat mereka kembali dipertemukan di jejaring sosial. Dan merasakan kedekatan yang sempat tertunda. Di perbatasan jalan inilah rasa yang belasan tahun tertahan ini serasa ingin meledak keluar. Perasaan ingin bersama..... ingin memiliki..... yang semuanya sulit karena jauuuuuh sekali cinta itu bisa tergapai.
Mereka berbeda kota dan........ laki - laki itu telah memiliki pasangan.
................................................................................................................................................
Bagian dari cerita di buku yang saya susun.
Rabu, 05 September 2012
Circle of Love
Saat berulang tahun atau saat Anda berhasil mencapai suatu prestasi, tentu banyak orang yang memberikan ucapan selamat bahkan merayakan momen tersebut bersama Anda. Saat bersama seperti itu, energi cinta yang terasa tentu luar biasa. Kebahagiaan yang Anda rasakan tentu berlipat rasanya jika semua orang ikut bersuka cita.
Kelahiran bayi mungil di sebuah keluarga, hari pertama masuk sekolah bagi putra - putri Anda, potong rambut pertama kali, tanggalnya gigi pertama kali, momen apapun bisa menjadi sangat istimewa karena kekuatan cinta. Semua momen itu terasa semakin istimewa saat kita bisa mengenangnya di kemudian hari. Saya beruntung hingga SMA sering diantar jemput oleh orang tua saya. Saat mungkin bagi beberapa orang hal itu membuat mereka menganggap saya anak manja, tidak mandiri. Dulu beberapa kali saya sempat minta berangkat sendiri atau paling tidak pulang sendiri bersama teman - teman saya. Tapi kini semakin saya bersyukur bahwa selama saya SMP, mama selalu menyiapkan bekal saya hingga kelas 3 karena di sekolah Muhammadiyah, mata pelajaran yang dipelajari lebih banyak jadi jam pulang pun jauh lebih sore dibanding siswa sekolah negeri. Hingga SMA, ayah sering mengantar jemput saya, padahal kantor ayah berlawanan arah dengan SMA saya. Semua karena sayang mereka pada saya. (Love you, Mom and Dad).
Kalau sekarang banyak berita seorang anak nekat berbuat hal - hal yang membahayakan diri mereka sendiri dan teman - temannya karena kurang perhatian dari orang tua, itu membuat saya bersyukur tak henti pada Tuhan karena memiliki keluarga yang selalu mendukung saya. Saya kini bisa memahami mengapa mama menceritakan ke semua orang saat saya mendapat juara Pelajar Teladan Kodya Yogyakarta saat SMP, saat saya masuk Dimas Diajeng Jogja, saat memenangkan lomba presenter di 2 TV lokal di Jogja, Lomba Menulis Surat Untuk Presiden, Karya Tulis Ilmiah dan banyak lagi yang saat itu membuat saya malu karena selalu dipamer-pamerkan oleh mama dan ayah. Tapi sekali lagi itu karena rasa bangga dan sayang mereka pada saya.
(Love you, Mom and Dad).
Dan saat saya terjatuh dan diberi cobaan oleh Tuhan, mereka berdua tidak pernah meninggalkan saya. Mereka berdua, kakak - kakak saya dan sahabat - sahabat saya, mereka semua saat itu tidak pernah meninggalkan saya. Yustin teman saya bahkan bisa sehari lebih dari tiga kali menelpon saya, kakak saya memastikan tidak ada hal - hal yang sensitif yang mungkin akan menyebabkan saya semakin terpuruk. Mama saya orang yang tegas dan kuat, mama selalu melarang saya menangisi hal yang tidak perlu, selalu menguatkan saya, meyakinkan saya bahwa saya mampu, jauh lebih mampu dari beliau. (Love you Mom ... so much). Ayah saya setiap hari sholat malam untuk mendoakan saya, kebahagiaan dan kesuksesan anak - anaknya.
Dan setelah saya kembali bangkit dan meneruskan jalan saya, apakah mereka melepaskan saya begitu saja? Yang saya lihat justru mereka tetap erat memeluk saya, mencintai saya. Hati ini semakin bahagia saat seseorang yang saya sayang menggoda saya, "Yang, kalau kromo inggilnya aku cinta kamu apa?"
Kelahiran bayi mungil di sebuah keluarga, hari pertama masuk sekolah bagi putra - putri Anda, potong rambut pertama kali, tanggalnya gigi pertama kali, momen apapun bisa menjadi sangat istimewa karena kekuatan cinta. Semua momen itu terasa semakin istimewa saat kita bisa mengenangnya di kemudian hari. Saya beruntung hingga SMA sering diantar jemput oleh orang tua saya. Saat mungkin bagi beberapa orang hal itu membuat mereka menganggap saya anak manja, tidak mandiri. Dulu beberapa kali saya sempat minta berangkat sendiri atau paling tidak pulang sendiri bersama teman - teman saya. Tapi kini semakin saya bersyukur bahwa selama saya SMP, mama selalu menyiapkan bekal saya hingga kelas 3 karena di sekolah Muhammadiyah, mata pelajaran yang dipelajari lebih banyak jadi jam pulang pun jauh lebih sore dibanding siswa sekolah negeri. Hingga SMA, ayah sering mengantar jemput saya, padahal kantor ayah berlawanan arah dengan SMA saya. Semua karena sayang mereka pada saya. (Love you, Mom and Dad).
Kalau sekarang banyak berita seorang anak nekat berbuat hal - hal yang membahayakan diri mereka sendiri dan teman - temannya karena kurang perhatian dari orang tua, itu membuat saya bersyukur tak henti pada Tuhan karena memiliki keluarga yang selalu mendukung saya. Saya kini bisa memahami mengapa mama menceritakan ke semua orang saat saya mendapat juara Pelajar Teladan Kodya Yogyakarta saat SMP, saat saya masuk Dimas Diajeng Jogja, saat memenangkan lomba presenter di 2 TV lokal di Jogja, Lomba Menulis Surat Untuk Presiden, Karya Tulis Ilmiah dan banyak lagi yang saat itu membuat saya malu karena selalu dipamer-pamerkan oleh mama dan ayah. Tapi sekali lagi itu karena rasa bangga dan sayang mereka pada saya.
(Love you, Mom and Dad).
Dan saat saya terjatuh dan diberi cobaan oleh Tuhan, mereka berdua tidak pernah meninggalkan saya. Mereka berdua, kakak - kakak saya dan sahabat - sahabat saya, mereka semua saat itu tidak pernah meninggalkan saya. Yustin teman saya bahkan bisa sehari lebih dari tiga kali menelpon saya, kakak saya memastikan tidak ada hal - hal yang sensitif yang mungkin akan menyebabkan saya semakin terpuruk. Mama saya orang yang tegas dan kuat, mama selalu melarang saya menangisi hal yang tidak perlu, selalu menguatkan saya, meyakinkan saya bahwa saya mampu, jauh lebih mampu dari beliau. (Love you Mom ... so much). Ayah saya setiap hari sholat malam untuk mendoakan saya, kebahagiaan dan kesuksesan anak - anaknya.
Dan setelah saya kembali bangkit dan meneruskan jalan saya, apakah mereka melepaskan saya begitu saja? Yang saya lihat justru mereka tetap erat memeluk saya, mencintai saya. Hati ini semakin bahagia saat seseorang yang saya sayang menggoda saya, "Yang, kalau kromo inggilnya aku cinta kamu apa?"
Jumat, 24 Agustus 2012
Ayaaaang, Aku Kangeeeen
Ayaaaaang..... aku kangeeeeeen banget. Gubrak. Tuluuuuung berasa hoeeekkk kalau lihat ababil di sinetron sok imut panggil ayang dengan super alay. Sengaja dua hari ini pasang status 'Kangen Ayaaaang' di whatsapp. Dan selamaaaat, Anda panen komen dari teman - teman di contact. Dari yang bilang, : Aku juga kangen ayaaaang, plus emoticon ketawa jumpalitan. Ada yang bilang : jangan lupa buang KTP ya jeung bonus emoticon melet. Yang favorit saya komen yang tulisannya : Kangen Ayaaaang? Mateeeeekkkkk. Hahahhaa yaowoh, ternyata alay dua hari bikin hidup lebih berwarna. Belum lagi yang komentar : Permisi... mau numpang huekkk.
Hampir sinteron - sinetron dengan banyak ababil (abegeh labil) yang bertebaran di TV seringkali membuat kita tertawa dengan tingkah lakunya. Misalnya pada saat berbicara di telpon, dan masing - masing bilang, ummm...ayang aja yang tutup telpon. Pasangannya bilang, engga.... ayang aja. Ya udah kita tutup bareng ya, satu... dua... tiga.... Halo? Tuh kaaaaan ayang ga mau nutup.
Hihihihi...seru ya. Kalau dipikir mungkin itu berlebihan, tapi kalau dilihat 'rasa' yang ada dalam interaksi tersebut. Hey.... kita bisa merasa iri lho. Kadang interaksi kita dengan pasangan hanya sekedar, 'Ntar pulang agak malem. Ada klien ngajak meeting.' That's it. Hanya sekedar itu. Bayangkan kita yang ngobrol dengan orang yang kita sayang, dan secara tidak sadar ataupun sadar jadi alay seperti abegeh.
Serunya, ternyata dalam beberapa hal, alay itu boleh - boleh saja, asal kita tidak alay dalam semua hal. Kita bisa alay dengan teman - teman sesekali, atau dengan orang yang kita sayang. Kenapa tidak? Berapa banyak artikel tentang hubungan yang setelah sekian lama berlangsung kini terasa hambar? Dan mungkin banyak yang mengambil sesi konsultasi dengan biaya yang tentu lumayan mengurangi jatah belanja. Sebelum itu terjadi, sepertinya saya sendiri mau nyoba alay mode on ini hingga beberapa waktu ke depan dengan orang yang paling special buat saya tentunya. Umm...well, selama dia tahan juga dengan ke'alay'an ini.
Mau bilang lagi aaaaah, ' Ayaaaaang cepet pulaaaaang, aku kangeeeeeen'.
PS : kantung muntah tidak disediakan di bawah kursi Anda, jadi silahkan ke toilet terdekat ^^
Hampir sinteron - sinetron dengan banyak ababil (abegeh labil) yang bertebaran di TV seringkali membuat kita tertawa dengan tingkah lakunya. Misalnya pada saat berbicara di telpon, dan masing - masing bilang, ummm...ayang aja yang tutup telpon. Pasangannya bilang, engga.... ayang aja. Ya udah kita tutup bareng ya, satu... dua... tiga.... Halo? Tuh kaaaaan ayang ga mau nutup.
Hihihihi...seru ya. Kalau dipikir mungkin itu berlebihan, tapi kalau dilihat 'rasa' yang ada dalam interaksi tersebut. Hey.... kita bisa merasa iri lho. Kadang interaksi kita dengan pasangan hanya sekedar, 'Ntar pulang agak malem. Ada klien ngajak meeting.' That's it. Hanya sekedar itu. Bayangkan kita yang ngobrol dengan orang yang kita sayang, dan secara tidak sadar ataupun sadar jadi alay seperti abegeh.
Serunya, ternyata dalam beberapa hal, alay itu boleh - boleh saja, asal kita tidak alay dalam semua hal. Kita bisa alay dengan teman - teman sesekali, atau dengan orang yang kita sayang. Kenapa tidak? Berapa banyak artikel tentang hubungan yang setelah sekian lama berlangsung kini terasa hambar? Dan mungkin banyak yang mengambil sesi konsultasi dengan biaya yang tentu lumayan mengurangi jatah belanja. Sebelum itu terjadi, sepertinya saya sendiri mau nyoba alay mode on ini hingga beberapa waktu ke depan dengan orang yang paling special buat saya tentunya. Umm...well, selama dia tahan juga dengan ke'alay'an ini.
Mau bilang lagi aaaaah, ' Ayaaaaang cepet pulaaaaang, aku kangeeeeeen'.
PS : kantung muntah tidak disediakan di bawah kursi Anda, jadi silahkan ke toilet terdekat ^^
Langganan:
Postingan (Atom)